RSS

   Pengertian Kurikulum

Secara etimologis, istilah kurikulum (curriculum) berasal dari bahasa Yunani yaitu curir yang artinya “pelari” dan curene yang berarti “tempat berpacu”. Istilah kurikulum berasal dari dunia olahraga, terutama dalam bidang atletik pada zaman Romawi Kuno di Yunani. Dalam bahasa Prancis, istilah kurikulum berasal dari kata courier yang berarti berlari (to run). Kurikulum berarti suatu jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari dari garis start sampai dengan garis finish untuk memperoleh medali atau penghargaan. Jarak yang harus di tempuh tersebut kemudian diubah menjadi program sekolah dan semua orang yang terlibat di dalamnya. Program tersebut berisi mata pelajaran (courses) yang harus ditempuh oleh peserta didik selama kurun waktu tertentu, seperti SD/MI (enam tahun), SMP/MTs (tiga tahun). SMA/MA (tiga tahun) dan seterusnya.
Secara terminologis istilah kurikulum (dalam pendidikan) adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan peserta didik di sekolah untuk memperoleh ijazah. Tujuan pendidikan yang ingin di capai itulah yang menentukan kurikulum dan isi pendidikan yang diberikan. Selain itu tujuan pendidikan dapat mempengaruhi stategi pemilihan teknik penyajian pendidikan yang dipergunakan untuk memberikan pengalaman belajar pada anak didik dalam mencapai tujuan pendidikan yang sudah dirumuskan.  Dengan kurikulum dan isi pendidikan inilah kegiatan pendidikan itu dapat dilaksanakan secara benar seperti apa yang telah dirumuskan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kalimantan Barat : Selamatkan Mimpi Anak Perbatasan!! 

Pendidikan menjadi faktor penting yang menunjang kemajuan suatu negara. Tapi, apakah pendidikan sudah mendapat perhatian khusus oleh pemerintah? Aku berani mengatakan “BELUM”, masih banyak pekerjaan rumah baik pemerintah pusat dan daerah yang tak sesuai harapan. Lihat saja Ujian Nasional, yang semakin mendatangkan banyak permasalahan dari kebijakan, sistem hingga teknis pelaksanaan, pro-kontra kurikulum Pendidikan 2013, hingga tak meratanya anggaran pendidikan dan penyalahgunaan.
Namun, yang tak kalah penting untuk diperjuangkan adalah nasib pendidikan anak negeri di perbatasan Kalbar, Kaltim, Kaltara, NTT dan Papua. Perbatasan adalah garda terdepan NKRI, malu dan miris dengan negara tetangga jika membiarkan generasi perbatasan berjuang dalam nasib yang kurang beruntung. Maka amat penting untuk menjadikan daerah perbatasan di Indonesia, sebagai beranda depan bukannya halaman belakang. Terlebih wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia di Entikong, Kalimantan Barat.
Sebagai anak Indonesia dan tinggal satu rumpun di Kalimantan Barat, maka Aku ingin memperjuangkan nasib, mimpi dan cita-cita saudara kita disana. Sungguh miris, karena hidup di daerah perbatasan merupakan kehidupan yang jauh lebih sulit dari yang dapat Aku bayangkan. Dengan pola hidup yang keras, mereka sudah terdidik menjadi pribadi yang tekun. Jika hendak merasakan keadaan sekolah di sana, kita dapat mengingat kembali film garapan aktris Marcella Zalianty Cerita dari Tapal Batas yang membuat kita tersadar bahwa pemerataan, dan layanan pendidikan di negeri ini belum tersebar secara merata.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


Wajah Sistem Pendidikan di Indonesia


Kita sebagai orang tua seringkali mengikutkan anak kita berbagai macam les tambahan di luar sekolah seperti les matematika, les bahasa inggris, les fisika dan lain-lain. Saya yakin hal ini kita dilakukan untuk mendukung anak agar tidak tertinggal atau menjadi yang unggul di sekolah. Bahkan, terkadang ide awal mengikuti les tersebut tidak datang dari si anak, namun datang dari kita sebagai orang tua. Benar tidak?
Memang, saat ini kita menganggap tidak cukup jika anak kita hanya belajar di sekolah saja, sehingga kita mengikutkan anak kita bermacam-macam les. Kita ingin anak kita pintar berhitung, kita ingin anak kita mahir berbahasa inggris, kita juga ingin anak kita jago fisika dan lain sebagainya. Dengan begitu, anak memiliki kemampuan kognitif yang baik.

Ini tiada lain karena, pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah juga menuntut untuk memaksimalkan kecakapan dan kemampuan kognisi. Dengan pemahaman seperti itu, sebenarnya ada hal lain dari anak yang tak kalah penting yang tanpa kita sadari telah terabaikan. Apa itu? Yaitu memberikan pendidikan karakter pada anak didik. Saya mengatakan hal ini bukan berarti pendidikan kognitif tidak penting, bukan seperti itu!
Maksud saya, pendidikan karakter penting artinya sebagai penyeimbang kecakapan kognitif. Beberapa kenyataan yang sering kita jumpai bersama, seorang pengusaha kaya raya justru tidak dermawan, seorang politikus malah tidak peduli pada tetangganya yang kelaparan, atau seorang guru justru tidak prihatin melihat anak-anak jalanan yang tidak mendapatkan kesempatan belajar di sekolah. Itu adalah bukti tidak adanya keseimbangan antara pendidikan kognitif dan pendidikan karakter.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

RPP Tematik kelas 4 SD



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan pendidikan            : Sekolah Dasar
Kelas / semester                : 1 / 1
Tema / sub tema                : Diriku (1) / Aku dan Teman Baru (1)
Pertemuan ke                    : 1
Alokasi waktu                  : 1 Hari

A.    KOMPETENSI INTI
1.      Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
2.      Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru.
3.      Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainyadi rumah dan di sekolah.
4.      Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan  anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
B.     KOMPETENSI DASAR

Matematika
3.2  Mengenal bangun datar dan bangun ruang menggunakan benda-benda yang ada di sekitar  rumah, sekolah, atau tempat bermain.
4.5. Membentuk dan menggambar bangun baru dari bangun-bangun datar atau pola bangun datar yang sudah ada.

SBDP
3.1.    Mengenal cara dan hasil gambar ekspresi.
4.1.  Menggambar ekspresi dengan mengolah garis, warna, dan bentuk berdasarkan  hasil  pengamatan di lingkungan sekita.

Bahasa Indonesia
3.4.  Mengenal teks cerita diri atau personal tentang keberadaan keluarga dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman
4.4.  Menyampaikan teks cerita diri atau personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS